Penolakan Kucing Anggora PDF Print E-mail
Written by webmaster   
Tuesday, 12 July 2011 00:00

Petugas Karantina Pertanian Kelas I Batam pada hari Selasa (12/7) siang berhasil mengamankan 2 ekor kucing angora berjenis kelamin jantan yang dibawa seorang warga Batu Aji-Batam yang baru saja datang dari Jakarta melalui Bandara Hang Nadim-Batam.

Menurut Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau No. 0257.b/Kdh.Kepri.524/04.09 yang menyatakan bahwa Hewan penular rabies (anjing, kucing, kera, dan sebangsanya) dilarang masuk ke dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau baik dari daerah bebas maupun daerah tertular sesuai dengan aturan atau pedoman yang berlaku. Maka dengan terpaksa kedua ekor kucing tersebut harus ditolak dan dikembalikan ke daerah asal.

“Saya tidak tahu mengenai aturan ini, kalo saja saya tahu dari kemarin, saya gak bakal mau membeli ini mahal-mahal.” Ujar sang pemilik bernama Suherman terus beralibi dan mencoba meyakinkan para petugas bahwa dia adalah orang awam yang belum paham mengenai aturan perkarantinaan. Selama seharian, ayah dari anak yang menyukai kucing terus memohon agar diberikan sedikit kebijakan agar dia bisa pulang dengan membawa kucing lucu tersebut untuk anaknya tercinta. Namun usahanya tak berbuah hasil manis karena 2 ekor kucing bawaanya tersebut datang ke wilayah bebas rabies yang sudah jelas-jelas dilarang memasukan binatang rabies seperti kucing. Terlebih lagi 2 ekor binatang lucu tersebut tidak dilengkapi dokumen-dokumen karantina.

“Tolonglah pak berikan kebijakan sedikit pada saya. Kucing ini bukan untuk kepentingan komersial! Ini hanya untuk menyenangkan anak. Bukankah menyenangkan anak merupakan salah satu bentuk ibadah, Pak?” Pak Suherman terus merayu petugas karantina agar bisa membebaskan kucing bawaanya itu. Namun sesuai dengan Undang – undang No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Pasal 6, karena kucing tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen-dokumen karantina maka dilakukan penahanan. Selain itu, dikaitkan dengan surat edaran dari Gubernur Kepri maka kedua ekor kucing tersebut langsung dilakukan penolakan dan dikembalikan ke daerah asal.

Dengan terpaksa Pak Suherman harus pulang dengan kekecewaan. Niatnya membawa dua ekor kucing angora sebagai hadiah untuk anaknya harus diurungkan. Kedua ekor kucing angora tersebut akhirnya dikembalikan lagi ke Jakarta melalui cargo dengan pesawat udara pada hari selasa (12/7) pukul 20.20 WIB.

Menjaga wilayah Kepulauan Riau dari ancaman penyakit rabies merupakan tugas kita bersama. Para petugas karantina pertanian BKP Kelas I Batam benar-benar menjaga wilayahnya dari serangan penyakit rabies. Seperti saat pengembalian dua ekor kucing yang dibawa Bapak Suherman, Para petugas karantina tersebut melakukan pengawalan dan pengawasan mulai dari tempat penahanan sementara hingga kucing tersebut diterbangkan kembali menuju Jakarta melalui pesawat udara.

 

 

Jajak Pendapat

Website ini menurut anda ?
 

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday518
mod_vvisit_counterYesterday1027
mod_vvisit_counterThis week5428
mod_vvisit_counterLast week3262
mod_vvisit_counterThis month518
mod_vvisit_counterLast month9731
mod_vvisit_counterAll days1521128

Kalender

«  November 2014  »
MTWTFSS
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930