Info Karantina
  • Kami tidak mengijinkan sedikitpun segala bentuk pemberian dalam bentuk uang, barang, hadiah, janji, fasilitas dan keuntungan lain dalam pelaksanaan pelayanan karantina pertanian.

Batam Datangkan Saksi Ahli Untuk Kasus Perkarantinaan

Batam Datangkan Saksi Ahli Untuk Kasus Perkarantinaan

Sucinya hati wajah merona,
Alamat hidup menjadi tenang.
Yuk selalu lapor karantina,
Agar hati senang pikiran pun jadi tenang.

Batam – SobatQ, Karantina Pertanian tidak hanya melaksanakan pemeriksaan terhadap komoditi pertanian yang dilalulintaskan, aman dan bebas dari Hama Penyakit. Namun juga ada yang namanya Bidang Pengawasan dan Penindakan Karantina alias Wasdak Karantina. Salah satu tugas bidang ini adalah melakukan penyidikan dan penindakan bagi masyarakat yang melanggar aturan perkarantinaan sebagai amanah dari Undang-undang nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Keren kan?

Terkait kasus pelanggaran perkarantinaan, Karantina Batam mendatangkan ahli dari Badan Karantina Pertanian, dalam sidang kasus tindak pidana karantina hewan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (28/9).

Drh. Apris Beniawan, M.Si selaku kepala subbidang Kepatuhan Karantina Hewan, Badan Karantina Pertanian dihadirkan dipersidangan sebagai ahli. Memberikan keterangan hal-hal yang diakibatkan jika pemasukan komoditas pertanian secara ilegal. Terutama komoditas daging hewan olahan (berupa daging irisan) yang masuk tanpa dilengkapi dengan dokumen karantina.

Kasus ini berawal dari dugaan tersangka membawa 206,66 kg daging hewan olahan dari Singapura yang tidak dilengkapi dokumen karantina. Dengan modus dimasukkan ke dalam koper, sehingga tidak diketahui petugas karantina. Pelanggaran ini ditindaklanjuti dengan pemeriksaan bukti permulaan (penyidikan) yang dipimpin oleh Kasie Pengawasan dan Penindakan Karantina Batam, drh. Romauli Simatupang.

Dalam kasus ini, tersangka dituntut atas pelanggaran menyuruh melakukan, turut serta melakukan pemasukkan daging Irisan dan daging olahan secara ilegal yang tidak dilengkapi dokumen dari Negara asal, tidak dilaporkan kepada petugas karantina dan tidak dikenakan tindakan karantina. Telah melanggar Pasal 31 ayat (1) Jo Pasal 5 huruf a, dan huruf c Undang-Undang RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Tersangka dapat diberikan ganjaran dengan ancaman 3 Tahun Penjara dan denda sebanyak Rp 150 Juta. Serem ya sobatQ??

#KarantinaBatam
#LaporKarantina 🌽 🐷

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *