Info Karantina
  • Kami tidak mengijinkan sedikitpun segala bentuk pemberian dalam bentuk uang, barang, hadiah, janji, fasilitas dan keuntungan lain dalam pelaksanaan pelayanan karantina pertanian.

Beras Impor Masuk Batam

BKP KELAS I BATAM

Batam – Ditengah gejolak maraknya beras impor illegal di Indonesia, salah satu perusahaan di Batam justru memasukkan permohonan pemasukkan beras dari negara Thailand. Permohonan tersebut dilengkapi dengan surat persetujuan impor beras bahan baku industri dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia yang berlaku mulai tanggal 21 Maret 2016 sampai dengan 21 September 2016 dan juga kelengkapan administrasi lainnya sesuai persyaratan karantina tumbuhan.
Beras masuk sebanyak 4 kontainer 2o fit melalui Pelabuhan Batu Ampar. Petugas POPT Wilayah Kerja Batu Ampar Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam melakukan pemeriksaan saat kedatangan kontainer di gudang pemilik pada tanggal 15 Juli 2016. Sesuai dengan ijin pemasukkan rencananya beras tersebut akan diolah menjadi bihun dan kwetiau. Tempat penyimpanan dan proses produksi terdapat di Komplek Industry Panbil Batam. Perusahaan tersebut rencana juga akan mengimpor beras dari enam negara lainnya, diantaranya Negara India, China dan Vietnam sesuai dengan Surat Ijin Impor yang dimiliki.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 04 Tahun 2015, beras termasuk dalam media pembawa yang harus sudah melalui pemeriksaan keamanan pangan di negara asal, hal itu ditunjukkan melalui Certificate Of Analysis (COA) yang dikeluarkan oleh laboratorium keamanan pangan teregistrasi di negara tersebut. Sehingga petugas karantina hanya melakukan pemeriksaan terhadap Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina di laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, dan kemungkinan nantinya dapat dilakukan uji monitoring sesuai arahan Badan Karantina Pertanian. (Humas Karantina Tumbuhan).

About The Author

Related posts