Info Karantina
  • Kami tidak mengijinkan sedikitpun segala bentuk pemberian dalam bentuk uang, barang, hadiah, janji, fasilitas dan keuntungan lain dalam pelaksanaan pelayanan karantina pertanian.

BUTTMKP Selenggarakan Bimtek AROPT dan Desiminasi Produk Hewan

buttmkp

Bekasi —Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyusunan AROPT (Analisis Risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan) dan Desiminasi Penanganan dan Pemeriksaan Produk Hewan (Kulit) pada tanggal 11-16 April 2016. Kegiatan tersebut masing-masing diikuti oleh 25 orang Petugas Karantina Tumbuhan dan 25 orang Petugas Karantina Hewan yang berasal dari UPT Karantina Pertanian seluruh Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi petugas karantina di seluruh Indonesia.

Pada pembukaan acara hari Senin 11 April 2016 kemarin, Kepala BUTTMKP Ir. M. Samsul Hedar mengatakan bahwa Bimbingan teknis AROPT perlu dilakukan untuk membekali para petugas karantina pertanian dalam hal melakukan analisis risiko terhadap suatu OPTK yang mungkin akan terbawa di dalam media pembawa ketika terjadi pemasukan ke dalam wilayah Republik Indonesia. Sehingga hal ini dapat dijadikan sebagai bahan rekomendasi persyaratan karantina tumbuhan dalam menentukan status dari suatu OPTK yang terdapat dalam Lampiran Permentan No. 93 Tahun 2011. Kemampuan para petugas karantina pertanian dituntut selalu mengikuti perkembangan terbaru dari metode analisis risiko yang mulai beralih dari berdasarkan OPT menjadi berdasarkan media pembawa (by pathway).

Kualifikasi peserta yang mengikuti bimbingan teknis tersebut adalah POPT Ahli yang kedepannya akan melaksanakan tugas penyusunan AROPT di UPT masing-masing. Dalam pelaksanaannya BUTTMKP mengundang narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Di ruangan kelas yang berbeda, tengah berlangsung pula Desiminasi Penanganan dan Pemeriksaan Produk Hewan (Kulit) yang diikuti oleh peserta yang merupakan paramedik veteriner. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Hayati Hewani drh. Basir Nainggolan. Desiminasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petugas karantina hewan dalam melakunan penanganan dan pemeriksaan terhadap media pembawa HPHK kulit.

Desiminasi tersebut juga membantu meningkatkan kualitas SDM Badan Karantina Pertanian dalam upaya melakukan pengawasan dan tindakan karantina terhadap produk hewan kulit sehingga mampu menetapkan dan menjamin bahwa media pembawa tidak mengandung atau tidak dapat lagi menularkan HPHK serta tidak lagi membahayakan kesehatan manusia. Untuk memantapkan skill peserta juga diadakan praktikum di laboratorium serta kunjungan lapangan ke BBKP Tanjung Priok. Rencananya kedua acara tersebut ditutup pada hari Sabtu tanggal 16 April 2016.

sumber :http://karantina.pertanian.go.id/oldsite/?page=article_detail&&id=1301

About The Author

Related posts