Info Karantina
  • Kami tidak mengijinkan sedikitpun segala bentuk pemberian dalam bentuk uang, barang, hadiah, janji, fasilitas dan keuntungan lain dalam pelaksanaan pelayanan karantina pertanian.

Karantina Selenggarakan Bimtek Uji Tapis “screening” awal dalam deteksi penyakit

bimtek_upload

Jakarta – Meningkatnya kebutuhan daging di pasar setiap tahunnya dan tuntutan konsumen terhadap penyediaan bahan pangan yang ASUH merupakan tantangan yang harus mampu dipenuhi oleh pemerintah. Komitmen pemerintah dengan menerapkan CAFTA (China – Asean Free Trade Agreement) dan AFTA (Asian Free Trade Agreement) akan menuai konsekuensi meningkatnya peluang masuknya HPHK, karena makin banyak sapi dan produk pangan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia. Untuk itu diharapkan Badan Karantina Pertanian melalui laboratorium di masing – masing Unit Pelaksana Teknis dapat memperbaharui dan mempelajari uji – uji yang baru yang terkait pemeriksaan sapi impor yang akan masuk. Salah satunya dengan penambahan ruang lingkup ELISA (Enyme Linked Immunosorbent Assay) Bovine Viral Diarrhea (BVD) dan Paratuburculosis yang diperlukan dalam rangka uji tapis “screening” awal dalam deteksi penyakit. Tahapan penambahan ruang lingkup memerlukan beberapa tahapan yakni validasi metode dan verifikasi personel dan uji banding ke laboratorium yang terakreditasi lain. Untuk itu Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Tanjung Priok melalui laboratorium Karantina Hewan mengadakan Kegiatan Bimbingan Teknis Verifikasi Metode dan Personel ELISA (Enyme Linked Immunosorbent Assay) Bovine Viral Diarrhea (BVD) dan Paratuberculosis yang di supervisi oleh Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP).

Kegiatan ini dilaksanakan pada tangggal 10 – 11 Maret 2016 yang bertempat pada ruang rapat Lt.3 Laboratorium BBKP Tanjung Priok Jl. Padamarang No.6 Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara. Kegiatan ini dimulai tanggal 10 April 2016 pukul 08.00 WIB dibuka oleh Kepala Bidang WASDAK BBKP Tanjung Priok drh. Nur Hartanto, MM. Dalam sambutannya beliau mengingatkan pentingnya penambahan ruang lingkup uji yang baru karena semakin meningkatnya arus sapi dan produk hewan yang masuk ke Indonesia. Narasumber yang diundang dari Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) adalah drh. Lidwina Natassya. Poin poin yang disampaikan hari 1 dari narasumber meliputi Prosedur validasi metode dan verifikasi personel, Persiapan dan Prosedur Uji banding dan sesi tanya jawab sekaligus sharing pengalaman BBUSKP dalam menghadapi kegiatan uji banding tahun 2015. Untuk kegiatan bimbingan teknis hari ke 2 diisi dengan kegiatan praktek persiapan Verifikasi Metode dan Personel ,Sekaligus persiapan preparasi sampel untuk uji banding ELISA (Enyme Linked Immunosorbent Assay) Bovine Viral Diarrhea (BVD) dan Paratuberculosis. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini proses reakreditasi dan penambahan ruang lingkup ELISA BVD ParaTB yang akan dilakukan BBKP Tanjung Priok dapat berjalan lebih lancar dan maksimal

sumber : http://karantina.pertanian.go.id/oldsite/?page=article_detail&&id=1278

About The Author

Related posts